Home / Potensi & Produk / PROSES ADAT MELAYU MASYARAKAT DESA SIMPANG BERINGIN DALAM MEMINANG

PROSES ADAT MELAYU MASYARAKAT DESA SIMPANG BERINGIN DALAM MEMINANG

Simpang Beringin | 04 September 2016 telah dilaksanakan proses Peminangan dalam Adat Melayu di Desa Simpang Beringin Kecamatan Bandar Sei Kijang Kabupaten Pelalawan. Proses ini berlangsung dilaksanakan dikediaman Bapak H.Syamsul Hikman yang merupakan salah satu masyarakat Desa Simpang Beringin.

IMG_20160904_090942_HDR

Secara umum, Tradisi Peminangan  dalam Adat Melayu terbagi beberapa tahapan, salah satunya yang dilakukan oleh masyarakat Simpang Beringin yaitu mengantarkan “Tanda Godang” atau biasa dikenal dengan istilah Tanda Jadi. sebelumnya telah dilaksanakan proses mengantar “Tanda Kocit” dimana pihak lelaki bermufakat untuk menjodohkan anak lelakinya dengan anak perempuan yang telah disepakati. Pada pertemuan ini pihak lelaki menyampaikan maksud dan tujuan keadatangannya untuk meminang anak perempuan mereka. Setelah acara meminang dilanjutkan jugak dengan proses mengantarkan Tanda Godang terlebih dahulu harus mempersiapkan Setepak Sirih yang terdiri dari ; Sebutir Pinang yang telah dikupas kulitnya dan diraci, Kapur Sirih, Gambir, Tembakau, Daun Sirih dan Kacip (pemotong pinang). semua peralatan tersebut disusun didalam Cembul Tepak. persiapan selanjutnya menunjuk orang yang dituakan seperti; Tokoh Adat, Ninik Mamak dari Kedua Pihak.

Disebabkan perubahan zaman, sekarang ini Acara Tanda Godang disejalankan dengan Acara Mengantar Belanja, dimana perutusan Keluarga Pihak Lelaki kerumah Pihak Perempuan untuk menyerahkan Uang Belanja sebagai bantuan untuk Biaya Pelaksanaan Upacara Meminang dengan jumlah yang disesuaikan. Mengantar Uang Belanja ini dilengkapi pula dengan berbagai Barang-barang Keperluan Calon Pengantin Perempuan berupa ; Keperluan Sholat, Tas, Sendal atau Sepatu, Handuk Mandi, dan Bahan untuk Berhias.
Selain itu didalam Acara Pengantaran Tanda Godang ini juga dilaksanakan Kesepakatan mengenai Tanggal dan Bulan Acara Pernikahan Kedua Pihak ini, yang di Mediasi oleh Ninik Mamak Kedua Calon Mempelai.
ketika di temui oleh pewarta simpangberingin.desa.id Bapak M. Darun mengatakan “iko lah menjadi adat awak dai tuun temuun, mako dai itu harus awak jago dan awak lestarikan”

Pewarta : Azwar Nasrun

Editor : M.Dewan Efendi

About desasimpangberingin

Check Also

Para-penjaga-hutan_aktivitas-petani_Dosan

Petani Rakyat Kembangkan Desa Sawit Lestari

Desa Simpang Beringin | Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) bersama Forum Pengembangan Pembaharuan Desa (FPPD) …

One comment

  1. Klo bisa diperbanyak lagi ya… Sehingga dokumentasi adat dari desa bisa tersimpan dengan rapi di dunia online. Siap menyebarkan berita keren ini. #DesaHebat

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *